Perjalanan Dimulai, Menuju Dieng Festival Culture 2013

Dieng Culture Festival merupakan rangkaian pesta rakyak yang menampilkan keunikan adat serta kebudayaan masyarakat dataran tinggi Dieng. Kali keempat yang setiap tahunnya diramu oleh  Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Pandawa, kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Setelah fix mendapatkan penginapan yang sudah di-booking sebulan sebelumnya, berdua dengan istri memulai petualangan menuju festival yang diadakan tanggal 29 – 30 Juni 2013 ini.

Berangkat dari Bandung Jum’at (28/06) sore menuju Malangbong Garut dan delay dulu semalam di rumah mertua. Sabtu keesokan harinya, selesai menunaikan shalat wajib 2 rakaat tanpa sarapan mulai kembali melintasi gelapnya sisa-sisa malam yang masih bertahan.

Satu setengah jam perjalanan, perut sudah mulai berontak. Berhenti sejenak sembari sarapan di rumah makan Warung Jeruk antara Ciamis dan Banjar. Salah satu tempat makan favorit dengan menu andalan ayam goreng dan sambel cobeknya yang mantap.

Setengah jam berlabuh, selesai juga menghabiskan sisa-sisa kopi hitam dalam cangkir bening. Saatnya melanjutkan lagi perjalanan menuju arah Jawa Tengah.

Melewati batas provinsi baru mulai merasakan tantangan perjalanan kali ini. Hingga menjelang Lumbir jalan sepanjang hampir 60 KM ini tampak semakin parah saja. Tidak hanya pasti merusak kendaraan, mungkin tingkatannya sudah mencapai membahayakan pengguna jalan. Sempat juga merasakan lobang menganga cukup besar di tengah jalan. Beruntung dalam kecepatan rendah, sedikit khawatir velg dan shock breaker motor ini tidak cukup tangguh melewati ini semua.

Memasuki kecamatan Lumbir, kabupaten Banyumas baru sedikit tenang dengan kondisi jalan lintas selatan yang sangat memprihatinkan ini.

Seperti biasa setiap melewati Rawalo selalu menyempatkan mampir menikmati segelas es Dawet hitam khas Banyumas. Sekalian mengendurkan kembali otot-otot yang sudah mulai kaku.

Dengan sedikit potongan buah nangka. Segar dan mantap.

Walau di depan rumah mertua sudah biasa melihat sawah, pemandangan sawah di belakang warung ini cukup menyegarkan mata lagi.

Padi menguning, mulai menuju masa panen.

Cuaca yang cukup bersahabat di Rawalo ternyata tidak dengan di tempat lain. Baru saja memasuki daerah Plana, hujan tiba-tiba datang dengan lebatnya. Jadi terpaksa berteduh cukup lama di garasi orang tanpa bisa berbuat apa-apa. :shock:

Alam sepertinya tahu kalau si hitam sudah lama gak mandi :mrgreen:

Satu jam kemudian hujan akhirnya reda. Melanjutkan perjalanan menuju Banjarnegara kemudian langsung menuju Dieng Kulon melewati Batur. Beberapa kali merasakan meriahnya pemilihan kepada desa yang dilewati yang tentunya cukup membuat kemacetan di jalan kecil ini.

Siang menjelang sore akhirnya tiba di lokasi acara, Dieng Kulon, Banjarnegara. Segera menuju homestay sekedar merasakan air dinginnya berharap memberikan kesegaran yang sudah hilang di perjalanan. Ternyata dinginnya luar biasa bro, bikin kram otak. :|

Saat malam tiba, saatnya menikmati suasana udara dingin Dieng. Menuju komplek candi Arjuna, pusatnya kegiatan. Sebelum mulia berbaur dengan yang lain bertemu dulu dengan panitanya untuk mendapatkan tiket festival yang juga sudah di-booking online jauh-jauh hari.

Tiket Festival DCF 2013

Tanpa ini kita hanya bisa menyaksikan puncak acaranya di dalam komplek candi Arjuna besok dari kejauhan.

Candi Arjuna tampak begitu mistik di malam hari.

Beberapa stand juga ikut meramaikan festival kali ini. Mulai jadi menjualan produk kerajinan lokal hingga makanan khas setempat. Ditambah lagi dengan acara bakar jagung yang semakin menambah meriah acara malam ini. Dan tidak ketinggalan kesenian wayangnya yang mencoba menghibur pengunjung.

Sang Dalang siap memainkan wayang-wayangnya.

Karena kondisi tubuh yang sudah cukup terkuras, tak bisa sampai larut malam mengikuti rangkaian acaranya. Sayang sekali memang. Namun pilihan pas saat ini paling cocok sepertinya hanya kasur dan berharap besoknya bangun pagi dengan cuaca cerah dan mendapatkan golden sunrise dari puncak Sikunir.

Rute Bandung – Dieng Kulong via Banjarnegara

About these ads

15 responses to “Perjalanan Dimulai, Menuju Dieng Festival Culture 2013

  1. salam petualang

    perkenalkan saya brameylianto hari market promotion dari cv.arung jeram serayu, mohon maaf saya mau menawarkan paket arung jeram di serayu.

    Bosan tempat wisata yang biasa-biasa saja atau kurang menantang? Mari rasakan sensasi wisata arung jeram di sungai serayu banjarnegara bersama kami Arung jeram serayu untuk informasi silahkan kunjungi website kami di

    http://arungjeramserayu.com/site

    pin:3135D400
    phone :+6285247097777
    telp/fax : (0286) 5833313
    email : info@arungjeramserayu.com

    untuk mendapatkan harga paket arung jeram di sungai serayu silahkan invite pin bb saya atau bisa tinggalkan alamat email di inbook email kami, biar langsung kami kirimkan penawaranya via email.mohon maaf menganggu waktunya.

    jabat erat dan semoga sungai mempertemukan kita

  2. Pingback: Perjalanan Dimulai, Menuju Dieng Festival Culture 2013 | Blog·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s