Road to Santolo Beach

Sabtu, 15 Januari 2011. Hari itu rencana touring sekalian liburan ke pantai Santolo dengan istriku tercinta dimulai. Pantai yang terletak di pesisir selatan pulau jawa tepatnya di daerah Pameungpeuk ini merupakan kampung nelayan yang sekarang sedang dikembangkan menjadi tempat wisata kabupaten Garut. Dengan pantai pasir putihnya serta pantai karangnya membuat mata kita dimanjakan dengan keindahannya.

Perjalanan dimulai pukul 09.00 pagi dari Bandung. Rute yang diambil melewati Ciparay-Majalaya-Paseh-Samarang-Cisurupan-Cikajang-Cisompet-Pameungpeuk. Dengan kondisi jalan yang belum diketahui, hanya berandalkan GPS serta peta Jawa-Bali yang selalu melekat di tank bag.

GPS and map

Melewati daerah Ciparay serta Majalaya harus sedikit bersabar menghadapi kemacetan di sekitar pasarnya. Setelah melewati kemacetan di dua daerah tersebut, kita disuguhkan track yang membuat si kuda besi sedikit kewalahan menaklukkan tanjakan-tanjakan ekstrim.

Sudut kemiringan rata2 lebih dari 40Β° membuat kita hanya mampu melaju dengan kecepatan rata2 tidak lebih dari 25km/h. Dengan jarak tempuh sekitar 10km hanya bisa dilewati hampir 1 jam lamanya.

Setelah melewati jalur tersebut, kita langsung disuguhi pemandangan alam nusantara kita ini yang sangat indah. Tampak di kejauhan gunung Papandayan Cikuray menampakkan kegagahannya.

Gunung Cikuray

Tentunya moment ini tak lupa untuk saatnya bernarsis ria :D.

Cikuray mountain looked behind me

Istriku juga tidak mau ketinggalan…hehehe….

Perjalanan dilanjutkan kembali dengan jalan yang relatif bagus dan pemandangan disekitarnya yang wahhh. Hingga daerah Samarang hujan sudah mulai terlihat akan turun. Karena sudah siang dan perut lapar segera mencari tempat istirahat, warung mie ayam jadi pilihan yang mantap saat itu sembari menunggu hujan reda.

Pukul 12:30 hujan pun sudah reda dan saatnya melanjutkan perjalanan kembali. Melewati daerah Cikajang hingga Cisompet lagi-lagi disuguhkan dengan track yang mantap. Kali ini sedikit berbeda dengan jalan mulus dan lebih banyak tikungan tajam.

Untuk yang sukaΒ Cornering kayaknya perlu mencoba jalur ini. Tapi harus lebih berhati-hati, karena jalurnya yang sempit serta angin kencang juga kendaraan yang lumayan sering berpapasan.

Yang suka cornering, jalur cisompet tempatnya

Disepanjang jalan kita juga bisa menikmati hamparan kebun teh. Sungguh membuat kepenatan hilang dalam sekejap.

Perkebunan teh Cisompet

Tak terasa setelah melewati perjalanan panjang, akhirnya tiba juga di daerah Pameungpeuk. Butuh sekitar 15 menit lagi untuk sampai ke pantai santolo. Untuk masuk lokasi wisata, kita diharuskan membayar retribusi masuk Rp 2.000,-/org saja serta Rp 1.000,- untuk motor. Sangat murah kan.

Di lokasi banyak yang menyediakan jasa penginapan. Harganya juga lumayan terjangkau dengan kondisi yang layak.

Tiba di penginapan sekitar pukul 03:30 sore. Namun karena cuaca yang sedikit mendung, maka ditunda dulu jalan2 ke pantainya. Untuk makan, disini juga banyak rumah makan yang menyediakan berbagai makanan laut tentunya.

Minggu pagi hari keesokan harinya, cuaca juga keliatan cerah. Pukul 06.00 pagi mulai menuju pantai, sambil cari sarapan. Di sekitar lokasi sarapan saja kita sudah bisa menyaksikan indahnya pantai santolo ini.

Penginapan Boga Rasa

Pelabuhan perahu nelayan

Warga sekitar saja sepertinya tidak bosan memandangi keindahannya

Puas menikmati sarapan, saatnya menyebrang ke bekas dermaga yang sekarang sering dijadikan lokasi pemancingan oleh warga sekitar. Cukup membayar Rp 2.500,-/org serta retribusi Rp Β 2.000,-/org kita sudah bisa menikmati lagi hamparan pantai karang dengan latar bekas dermaga yang mempercantik suasana. Tak mau kehilangan kesempatan saatnta bernarsis ria lagi dengan sang istri tercinta.

Narsis dengan istri tercinta

Lagi….

Pantai Santolo

Hanya bisa foto disini pada saat air laut surut

Puas menikmati suasana di pantai karangnya, saatnya untuk menikmati pantai pasir putihnya.

Pantainya masih bersih

Istriku…Modelku…

Belajar terbang….hehehe…

Pantainya panjang euy…..

Setelah cukup puas dan waktu yang terbatas. Pukul 11.00 siang terpaksa harus kembali ke Bandung. Namun rencananya akan bermalam lagi di Malangbong, rumah mertua.

Dalam perjalanan pulang, si cinta secara tak sengaja melihat curug Neglasari di daerah Cisompet. Namun karena lokasi seperti susah ditempuh, hanya bisa dinikmati dari pinggir jalan.

Curug Neglasari

Tampak dari kejauhan

Di antara Cisompet dan Cikajang juga disempatkan mampir untuk mengabadikan indahnya alam nusantara ini.

Begitu tentram rasanya berlama-lama disini

Mampir sejenak

Tiba di Malangbong sekitar pukul 04.00 sore. Disambut mertua yang sangat baik sekali. Perjalanan ke Bandung keesokan harinya. Sepertinya tak perlu diceritakan lagi :D.

Vodpod videos no longer available.

Rute Perjalanan

Advertisements

24 responses to “Road to Santolo Beach

  1. OM… wah berangkatnya tanggal 15 ya…. padahal saya juga ke santolo lo….. saya dari cikajang bernagkat jam 13:00 pake Suzuki Thunder….,

    kalau… kontak2 bisa barengan ya.. he he eh eh…
    BTW dokumentasinya bagus tuh…… minta izin.. ane post ya di Blog dan kaskus…..

  2. Koreksi om… foto gunung itu kalau nggaks alah Gunung Cikuray om….

    eh penginapannya di santolo ya……. deket TPI….

    • makasih kang koreksinya πŸ˜€

      pengipannya di santolonya kang
      dekat dengan bibir pantai
      jadi tempat favorit nih sekarang kang
      santolo emang keren pisan
      hehehe…..

      lain kali klo kesana lagi saya kontek2 lagi
      biar bisa bareng kang πŸ˜€

      makasih kang udah dishare ke agan2 di kaskus
      foto resolusi bagus silahkan ambil di facebook saya aja kang

  3. Oke kang….. rekan2 di kaskus emang lagi ngobrolin mau ke Santolo……. nah ane kasih info…. tambahan saja…

    penginapan dapet harga berapa om? dan pake penginapan apa?

    • nginap di penginapan Boga Rasa kang
      permalamnya 75rb, 1 kasur untuk dua orang + kamar mandi dalam
      kemarin sih gak ditawar kang, gak sempat nanya2 di tempat lain juga.

  4. waduh…pgen ke curug neglasarinya ma pantai daerah pameungpeuk…sama batu karas di daerah pangadaran…gimana kang?browsing neglasari…susah yahh…kykna jarang yg kesana apa??

  5. saya juga pengen banget ke curug neglasarinya
    cuma saat ini saya gak tau aksesnya lewat mana
    jadi cuma bisa lihat dari jauh saja.

    lokasinya keliatan emang cukup sulit dijangkau
    jadi belum banyak informasi tentang itu

    lebih baik tanya sama warga daerah situ saja
    di sekitar situ ada perkampungan kok.

    • wahh kang kalo pengen ka curug neglasari mah sesah atuh kang, komo deui nyandak kulawargi mah!

      upami touring deui kontek2 nya kang!
      bilih hoyong ningal pemakaman keramat di cihideung!

  6. Udh jadi org sunda? πŸ˜€ kerennn euyyyy,,, jd ngiri pengen kesana… Komporin bang herman dong… Sibuk bgt diaa….,, salam buat ayu yaaa..

  7. Tertarik dengan cerita Bang Hendri, tanggal 22-23 kemarin saya sekeluarga ke Pantai Santolo, dan berencana menginap di Boga Rasa juga. Tapi sampai sana, agak kecewa karena ternyata terlalu ramai. Rencana makan di Boga Rasa juga akhirnya dibatalkan, karena makanan yang dipesan nggak datang-datang. Belum lagi pelayannya melayani dengan muka ditekuk… 😦
    Akhirnya kami pindah ke Pantai Sayang Heulang. Di sini benar-benar sepi. Pantainya juga lebih bisa dinikmati, dengan “lapangan” karang yang luas. Banyak yang bisa dilakukan. Airnya jernih. Bisa juga ke Pulau Santolo dengan jalan kaki menyeberangi karang…
    Soal harga, di Pantai Sayang Heulang ini juga jauh lebih reasonable. Penginapan 1 rumah dengan 2 kamar, dengan kamar mandi di dalam: Rp. 250 ribu (sementara di Boga Rasa, 1 kamar Rp. 350 ribu, kamar mandi di luar). Lobster Rp. 100 ribu sekilo sementara di Boga Rasa Rp. 200 ribu…
    Saya lebih merekomendasikan Pantai Sayang Heulang daripada Pantai Santolo…

  8. sekarang santolo emang sudah mulai ramai pak
    gak seperti dulu, masih sepi pengunjung

    dulu nginap cuma 75rb/kamar permalam
    plus kamar mandi di dalam

    kalau dikasi harga segitu emang sudah keterlaluan mahalnya pak
    di santolo juga banyak kok pak rumah yang disewain dengan harga murah
    tapi mungkin ini efek dari liburan panjang, mereka jadi ambil kesempatan

    beruntung pak benny ketemu penginapan di sayang heulang
    malah dulu disana lebih ramai dari pada santolo pak

    semoga gak kapok liat blog saya ya pak :mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s