Jelajah Jawa Timur: Day 4 – Pantai Klayar, Setitik Surga di Pacitan

Senin, 25 Juni 2012. Setelah solat subuh dipaksakan untuk tidak tidur lagi. Walau sisa-sisa kelelahan kemarin masih sedikit terasa. Segera mandi untuk menyegarkan badan mengikis debu-debu yang masih melekat.

Walau hotel murah, ternyata masih disedikan teh manis hangat untuk penyemangat aktifitas hari ini. Cukuplah untuk beberapa saat menahan lapar. :mrgreen:

Segera setelah kembali mengemas barang-barang bawaan melanjutkan petualangan ke tempat terakhir petualangan kali ini. Koordinat sudah dapat namun apa daya peta di GPS tidak cukup update untuk menunjukkan jalan.

Sekitar pukul 7 pagi berangkat menuju arah Solo melewati jalan-jalan protokol kota Pacitan yang sudah mulai ramai. Kira-kira 20 menit perjalanan terdapat simpang ke kiri dengan rambu-rambu petunjuk menuju Pantai Srau dan Pantai Watu karang. Karena takut salah, lebih baik bertanya ke warga sekitar. Ternyata jalurnya sama dengan jalur menuju kedua pantai tersebut.

Mulai memasuki jalan-jalan kampung yang tidak terlalu lebar dengan kondisi jalan yang cukup bagus namun di beberapa titik masih terdapat kerusakan kecil. Beberapa kali juga sempat merasakan tanjakan tajam langsung disambut dengan turunan curam serta dikombinasikan dengan tikungan setajam silet. ๐Ÿ˜›

Minimnya petunjuk mengharuskan kita untuk sesering mungkin bertanya ke warga yang sedang melintas. Walau mendapat petunjuk dengan bahasa jawa yang kental, sudah cukup untuk membuat sedikit mengerti jalurnya.

Hingga akhirnya tiba di petunjuk terakhir yang diberikan warga. Sejenak mampir beli sarapan ringan di warung pinggir jalan untuk disantap di pantai.

Petunjuk lebih jelas jika datang dari arah yang berlawanan

Selanjutnya melewati jalan cukup mulus beberapa kilometer lagi menuju pantai. Hingga akhirnya impian mengunjungi pantai Klayar ini yang sudah sejak lama terpendam sudah ada di depan mata.

Pantai Klayar sudah di depan mata

Tak sabar ingin segera tiba di bibir pantai. Pagi hari yang cerah dan kondisi pantai yang sepi semakin menambah keindahannya. Pantai terindah sampai saat ini yang pernah saya kunjungi.

Mencari lokasi yang pas tentunya menjadi prioritas utama untuk eksis di tempat ini. ๐Ÿ˜›

banghendri @ Pantai Klayar, Pacitan

Sebelum memulai eksplorasi tempat ini, sarapan dulu mengisi perut yang sudah mulai berontak. :mrgreen:

Awalnya ingin mencoba membawa motor hingga ke ujung timur pantai ini. Namun dengan kondisi pasir pantai yang cukup dalam, cukup membuat kita sedikit berusaha keras mengeluarkan kendaraan pak Kadar dari pasir yang sudah terlanjur mencoba lebih dulu. ๐Ÿ˜†

Beruntung ada warga yang bisa diminta pertolongannya. hehehe….

Menuju lebih ke timur, pemandangan yang disajikan membuat kita tak henti-hentinya bersyukur atas nikmat yang diberikan ini. Tak perlu liburan jauh-jauh ke luar negeri, keindahan Indonesia tak kan pernah habis untuk selalu bisa dinikmati.

Keindahan sisi lain pantai Klayar

Si Cinta eksis dulu ya :mrgreen:

Sebenarnya ingin juga melihat fenomena Seruling Samudra yang juga merupakan salah-satu daya tarik tempat ini. Seruling Samudra merupakan istilah warga sekitarย terhadap kejadian ombak yang masuk ke rongga bawah karang lalu menyemburkan air deras ke atas hingga mengeluarkan bunyi desis keras. Namun jalur yang sedikit mendaki bukit, dan tenaga yang belum pulih sepenuhnya terpaksa menunda mengunjunginya. Dari cerita warga sekitar, lokasi ini juga sudah banyak menelan korban. Jadi lebih waspada jika ingin mengunjunginya.

Tapi yang didapatkan saat ini saja sudah jauh lebih dari cukup. Rencana tahun lalu berkunjung ke sini akhirnya tercapai juga.

Arah barat pantai Klayar

Hari juga sudah semakin siang, dengan berat hati terpaksa harus melanjutkan perjalanan kembali. Sebelumnya mampir dulu di warung sekitar, menikmati segarnya air kelapa muda dengan ditambah sedikit gula jawa. Mantap.

Sekitar pukul 10 cuaca semakin panas, perjalanan pulang dimulai lagi. Menuju arah pasar Kalak arah berlawanan dari jalur berangkat tadi. Dari pasar Kalak kemudian belok kiri hingga nantinya akan tembus ke daerah Giritontro, Jawa tengah yang merupakan jalur utama Pacitan – Jogja.

Memasuki Jogja sekitar pukul 14 setelah sebelumnya solat zuhur dulu di daerah Gunung Kidul dan makan siang di sekitar Baturetno. Sengaja mampir ke Jogja untuk beli sedikit oleh-oleh bakpia di jalan AIPDA KS Tubun yang merupakan pusat pembuatan dan penjualan buah tangan khas Jogja ini.

Keluar dari daerah Jogja sekitar pukul 15 melewati Bantul menuju jalan sisi pantai selatan. Merasakan lagi terpaan angin yang cukup kuat. Jalan yang dominan lurus ย juga menjadikan perjalanan ini lebih terasa membosankan. ๐Ÿ˜›

Hingga akhirnya belok kanan setelah jalan berakhir di pertigaan. Ke kiri menuju Cilacap dan ke kanan menuju Gombong. Hari juga sudah semakin sore, matahari sudah mulai perlahan-lahan menghilang di balik gunung.

Tiba di Gombong langsung mencari Mesjid untuk solat berjamaah dan istirahat sejenak. Setengah jam berlalu, perjalanan terpaksa dilanjutkan kembali. Dengan sisa-sisa tenaga bersaing dengan bus-bus malam yang memacu kendaraan seenaknya.

Sekitar pukul 21 suasana Jawa barat sudah mudai terasa. Perut yang sudah berontak dari tadi memaksa untuk mampir mengisi tenaga di rumah makan Pringsewu Banjar. Sajian ala prasmanan membuat kita tak perlu lama harus menunggu pesanan datang jadi bisa langsung santap bro. ๐Ÿ˜†

Istirahat 1 jam rasanya tenaga sudah mulai fit lagi. Rasanya sudah tak sabar lagi ingin cepat-cepat tiba di rumah. Perjalanan dimulai lagi.

Memasuki wilayah Jawa barat jalanan yang cukup sepi menjadikan perjalanan semakin lancar. Namun hanya bisa merasakannya hingga daerah Gentong saja. Malam ini suasana pendakian Gentong mirip dengan kemacetan pasca lebaran yang saya alami 1 tahun lalu saat pulang liburan dari Jogja. Diperparah lagi dengan kondisi jalan yang semakin berbahaya. Bahan bakan jenis solar dari truk-truk yang melintas sudah berceceran membasahi jalan. Tak ada ampun jika sampai kena jebakan ini. ๐Ÿ‘ฟ

Dengan penuh perjuangan melewati kemacetan parah, akhirnya tiba juga di Malangbong. Karena sudah telalu malam dan terlalu lelah Pak Kadar bersedia juga diajak nginap di rumah mertua.

Alhamdulillah akhirnya tiba juga di rumah sekitar pukul 00:15. Segera beristirahat untuk memanjakan mata yang sudah sangat lelah dan mempersiapkan tenaga buat perjalanan besok pagi ke Bandung memulai aktifitas seperti biasa lagi. Finish.

Rute Pacitan – Pantai Klayar – Yogyakarta – Malangbong

Advertisements

21 responses to “Jelajah Jawa Timur: Day 4 – Pantai Klayar, Setitik Surga di Pacitan

  1. Wah beruntung banget bang bs lama dsana,,

    Waktu saya berkunjung ksana ga sempet lama,,air tiba2 pasang n turun hujan lebat,,

    Trackny menantang bikin kangen,,haha

    Salam kenal Bang,,

    • sayang sekali ya
      jauh2 kesana cuaca gak mendukung
      berarti lain kali harus dicoba lagi om :mrgreen:

      salam kenal juga dari Bandung ๐Ÿ˜›

  2. Pingback: Pacitan Exploride: Pantai Klayar | Enjoy The Journey·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s