Tangkuban Parahu

Sepertinya sudah cukup sering berkunjung ke kawasan wisata yang terletak di utara kota Bandung ini. Namun beberapa kali kunjungan sebelumnya tak pernah terpikirkan untuk lebih mengeksplorasinya.

Kali ini bersama istri bertekat untuk mengunjungi 3 kawah yang terdapat di kawasan wisata Tangkuban Parahu. Selama ini baru sempat singgah di kawah Ratu saja. :mrgreen:

Sabtu, 20 Oktober 2012. Berangkat dari kota Bandung sekitar pukul 07:30 melewati kawasan Dago Giri menuju Lembang. Melalui jalur ini akan lebih menghemat waktu tanpa harus merasakan macet.

Sekitar 1 jam kemudian tiba di gerbang masuk Tangkuban Perahu. Bayar 32 ribu rupiah untuk 2 orang. Dengan rincian Rp13.000/org + Rp5.000/motor + Rp1.000 PMI.

Tiba di kawasan kawah Ratu suasana masih cukup sepi. Hanya terdapat beberapa wisatawan sudah tiba duluan dan selebihnya para pedagang yang sedang mempersiapkan dagangannya.

Kawah Ratu Tangkuban Parahu

Istirahat sejenak sambil menatap keindahan alam juga ditemani sedikit sarapan yang tadi sudah dibeli dalam perjalanan ke sini.

Tak ingin terlalu siang berada di sini, saatnya menuju kawah Upas yang persis di sebelah utara kawah Ratu. Perjalanan 1 KM ditemani rindangnya pohon-pohon sepanjang perjalanan serta segarnya udara pagi yang mulai memenuhi rongga paru-paru menjadikan perjalanan ini lebih nikmat.

Kesegaran menuju kawah Upas

Namun sekitar ¼ perjalanan lagi, jalan menuju kawah Upas baru saja ditutup petugas jaganya. Alasannya sih kadar gas berbahaya disekitar kawah sedang meningkat. Ya sudahlah, saatnya balik kanan. 😦

Gerbang kawah Upas

Bagi saya tetap tak ada perjalanan yang sia-sia. Tidak bisa menikmati keindahan kawah Upas, masih bisa menikmati kawah Ratu dari sisi yang lain. :mrgreen:

Tepian kawah Ratu

Sedikit narsis mungkin dapat mengurangi kekecewaan 😳

Mungkin lain kali bisa mencoba bertandang lagi ke kawah Upas. Perjalanan dilanjutkan ke tujuan berikutnya, kawah Domas yang terletak di sebelah selatan kawah Ratu.

Ada 2 jalur pilihan menuju kawah ini. Jalur pertama langsung hiking dari kawah Ratu didominasi turunan. Jalur kedua merupakan jalur yang lebih dominan mendatar, jalur ini menurut tukang parkir yang saya tanya merupakan jalur paling mudah ditempuh. Untuk menuju jalur kedua, kita kembali lagi menuju arah gerbang masuk menggunakan kendaraan. Sekitar ½ perjalanan, gerbang kawah Domas ada di sebelah kiri jalan.

Untuk pengunjung lokal, bisa langsung masuk. Namun untuk wisatawan asing sepertinya ada “keharusan” menggunakan jasa guide setempat. Mungkin demi keamanan kali ya. 😉

Dari Gerbang menuju kawah berjarak sekitar 1,2 KM melewati rimbunnya hutan tropis. Di perjalanan juga masih sering dijumpai kera-kera bergelantungan sedang mencari makan.

Jalan setapak di tengah rimbunnya hutan hujan tropis

Perjalanan yang cukup melelahkan. Sekitar pukul 11 siang akhirnya tiba juga di sisi kawah. Kawah ini lebih didominasi wisatawan asing. Warga lokal yang tampak kebanyakan adalah para guide yang menemani turis.

Kawah Domas

Hati-hati jika ingin dengan sumber air panasnya. Beberapa sumur hanya bisa dipandangi saja. Air yang mendidih serta uap yang mengepul sepertinya menjadi pertanda bahwa anda dilarang terlalu dekat dengannya.

Yang lagi lapar bisa merebus telus disini :mrgreen:

Tapi jangan kecewa dulu, di sini ada beberapa kolam kecil yang bisa dijadikan sebagai relaksasi diri dengan merendam kaki dengan air panas bercampur belerang yang nyaman di kulit.

Layak dicoba, mengurangi kepenatan perjalanan ke sini.

Hari sudah semakin siang, matahari juga sudah mulai cukup terik menyinari bumi. Saatnya menyudahi kunjungan ini. Perjalanan pulang butuh lebih banyak perjuangan. Jalur mendaki sekitar 200 meter siap menanti. Namun jika ingin mencoba jalur pertama tadi, maka persiapkanlah tenaga mendaki hingga kawah Ratu.

Jalur 2 vs Jalur 1. Tentukan sendiri kemampuan anda.

Setengah jam perjalanan tiba lagi di tempat parkir. Segera menyudahi jalan-jalan kali ini, saatnya kembali ke Bandung. Alhamdulillah sekitar pukul 13 siang sudah kembali lagi ke kediaman di Bandung. Perjalanan singkat namun cukup melelahkan. Time to sleep. :mrgreen:

Rute Bandung – Tangkuban Parahu – Bandung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s