Pacitan Exploride

Akhir tahun 2012 mendapatkan kesempatan libur kerja yang cukup panjang. Liburan santai dari kepenatan di rumah mertua terasa cukup menyenangkan. Namun baru beberapa hari saja tanda ada kegiatan, kejenuhan pun sudah mulai menyerang. :mrgreen:

Dengan sedikit persiapan dan segala pertimbangan, akhirnya diputuskan untuk menjelajah menuju Pacitan, Jawa Timur berdua saja dengan istri. Perjalanan dimulai Kamis (27/12/2012) sekitar pukul 5 pagi setelah solat subuh.

Berangkat dari Malangbong, Garut dengan kondisi jalanan masih cukup sepi dan suasana pagi yang masih terasa cukup gelap. Tak berbeda jauh dengan kondisi perut yang juga masih sepi dari nutrisi yang sejak berangkat baru sedikit diisi. 🙂

Satu setengah jam perjalanan akhirnya tiba di pemberhentian pertama di daerah Ciamis. Salah satu rekomendasi yang saya dapat dari pak Kadar tempat sarapan murah dan enak, rumah makan Warung Jeruk.

Istirahat sejenak

Untuk kali keduanya saya mampir ke sini sudah mulai membuat saya ketagihan dengan menu ayam goreng dan sambal cobeknya. Mantap. Yang ingin mampir, TKP ada di sisi kiri jalan setelah kota Ciamis menuju Banjar. 😀

Usai istirahat dan sarapannya, perjalanan yang masih panjang terpaksa harus dimulai lagi. Jalanan pun sudah mulai ramai dengan kendaraan.

Memasuki kota Banjar Sudah mulai tampak banyak kendaraan luar kota yang sepertinya juga akan berlibur. Tiba di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah akhirnya bisa merasakan jalanan yang mulai sepi lagi. Perjalanan pun makin terasa mudah.

Tak terasa hampir 2 jam melewati jalur pantai selatan ini. Kondisi jalan yang kebanyakan tidak terlalu bagus membuat stamina cepat berkurang. Perasaan terasa cukup senang setelah mengetahui sudah memasuki daerah Rawalo, Banyumas. Bukan karena jalannya yang bagus lo namun keinginan mencicipi lagi es dawet khas Banyumas di daerah ini yang dinantikan sejak tadi. :mrgreen:

Es dawet hitam khas Banyumas

Harga tentunya terjangkau hanya Rp2.000 per porsinya. Cukup untuk memuaskan dahaga yang sudah mulai kekeringan tadi. Setelah istirahatnya dirasa cukup. Mari kita mulai perjalanan ini lagi.

Tiba di daerah Purworejo hari sudah semakin siang, kondisi jalan juga sudah mulai ramai. Beberapa kali sempat merasakan kemacetan. Tak jauh dari stasiun Kutoarjo kita belok kanan menuju arah Grabag demi menghidari kepadatan kendaraan yang sudah mulai tampak.

Di persimpangan pasar Grabag kita belok kiri kali ini demi menghindari jalan Deandles yang harus lebih dulu melewati jalan rusak hampir 5 KM. Jalur ini baru pertama kali saya dan istri lewati ini pun atas saran Bro Budi dan Bro Tunggul dari POSPOR (Purworejo Scorpio Riders) yang sebelumnya ketemu di mini market sekitar Grabag.

Betul saja, jalan cukup mulus walau tidak terlalu lebar. Sepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan sawah dan gunung di sisi jalan. Jalan ini akhirnya akan tembus menuju daerah Krendetan, Purworejo yang langsung disuguhi jalanan aspal mulus.

Hanya beberapa menit kemudian kita sudah memasuki wilayah provinsi D.I. Yogyakarta.

Stamina yang sudah mulai berkurang lagi dan sudah memasuki waktu solat Zuhur akhirnya mampir dulu ke salah satu masjid di daerah Kulon Progo, Yogyakarta. Menunaikan solat dan istirahat sejenak perlahan-lahan mulai mengembalikan semangat berpetualang ini.

Jalan santai di Yogyakarta sekedar mencari tempat pemberhentian makan siang. Namun akhirnya setelah memasuki daerah Patuk Gunung Kidul baru menemukan yang dicari. 😆

Melewati daerah Gunung Kidul kita akan dimanjakan dengan kontur jalan yang sangat mulus. Hingga memasuki wilayah Jawa Tengah lagi, kita baru menemukan lagi jalan mulai bervariasi. Sedikit merasakan jalan bagus kemudian akan cukup lama merasakan jalan dengan kondisi sebaliknya. 😆

Sedikit jalan mulus Giritontro, Jawa Tengah

Penjalanan menuju Pacitan melewati Pracimantoro dan Giritontro akan melewati banyak hutan dengan jalur yang hanya sedikit dilewati kendaraan. Berharap saja perjalanan lancar melewati daerah ini.

Pejalanan panjang akhirnya sudah mulai menampakkan hasil. Sekitar pukul 4:30 sore kita sudah mulai memasuki wilayah pemerintahan kabupaten Pacitan.

Selamat Datang

Setengah jam kemudian kita akhirnya bisa sedikit melepas lelah di hotel sekitar alun-alun kota Pacitan. Alhamdulillah perjalanan lancar dengan cuaca yang cukup cerah.

Mandi kemudian istirahat sejenak menunggu datangnya malam.

Setelah solat Isya berdua dengan istri mulai menelusuri kehidupan malam di Kota Pacitan. Tempat pertama yang harus ditemukan adalah tempat makan. 😀

Setelah berkeliling cukup jauh, akhirnya kita ditemui dengan keramaian. Masuk menuju tempat parkir yang merupakan kawasan pasar Minulyo Pacitan. Dalam area ini banyak pedagang makanan dengan beragam pilihan menu yang bisa menjadi pilihan santap malam.

Suasana malam pasar Minulyo

Saat santai menikmati makan malam, hujan lebat tiba-tiba datang mulai membubarkan keramaian pasar. Namun sepertinya cukup 15 menit saja membasahi bumi Pacitan malam ini.

Tak ingin terjebak bermalam di sini saatnya kembali ke Hotel. Namun Masjid Agung Pacitan yang ada di sekitar alun-alun sepertinya mengajak saya dan istri mampir sebentar.

Keindahan malam Masjid Agung Pacitan

Kondisi badan yang sudah mulai kelelahan akhirnya memaksa kita untuk menyudahi keluyuran malam ini. Saatnya menuju pulau kapuk yang menjadi singgasana malam ini melepas lelah. Sampai jumpa besok pagi. 🙂

Advertisements

One response to “Pacitan Exploride

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s