Semalam di Yogyakarta

Setelah puas singgah di pantai Banyu Tibo yang merupakan tujuan terakhir saya di Pacitan, dan perjalanan pun dilanjutkan menuju arah Jogja. Keluar dari arah pantai langsung belok kiri mengikuti jalan yang cukup mulus dan sesekali bertanya ke warga sekitar arah menuju kota gudeg tersebut. :mrgreen:

Sepanjang perjalanan mulai dari perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah hingga masuk kota Yogyakarta tak henti-hentinya hujan membasahi tanah Jawa ini. Tiba di Kota Yogyakarta sudah sore dan mulai menjelang malam.

Hari ini kota tampak sudah mulai padat. Mencari tempat hotel jadi sulit, hingga akhirnya dengan susah payah menemukan juga tempat beristirahat malam ini di jalan Prawirotaman.

Tadinya ingin menikmati kehidupan malam di Jogja, namun hujan yang sepertinya enggan berhenti. Apa boleh buat, malam ini mari kita menikmati tidur saja.

Bangun pagi (Sabtu, 29/12/12) langsung menunaikan solat subuh. Alhamdulillah cuaca di luar kamar juga tampak sangat cerah. Sekitar pukul 6 pagi kita sudah tiba di alun-alun selatan Yogyakarta. Ternyata sudah cukup banyak pengunjungnya.

Sebelum mulai berkeliling sarapan dulu di angkringan sekitar. Berdua dengan istri hanya habis Rp8.000 saja dan sudah cukup menahan perut beberapa saat. :mrgreen:

Selesai sarapan kita menuju dua pohon beringin yang legendaris itu. Tadinya ingin mencoba Masangin, yaitu melewati jalan antara dua beringin yang ada di tengah alun-alun dengan mata ditutup. Namun karena takut jadi pusat perhatian, lebih baik ditunda saja dulu. 😆

Selanjutnya kita beralih menuju Istana Air Taman Sari Yogyakarta yang terletak di jalan Taman sekitar 500 meter dari alun-alun. Namun karena masih terlalu pagi, gerbang masuk tutup baru dibuka pukul 8 nanti. Jadi masih ada waktu satu jam lagi harus nunggu.

Dari pada waktunya terbuang begitu saja, lebih baik mencari oleh-oleh untuk keluarga di Garut. Menuju daerah Sleman hampir 16 KM perjalanan untuk mencari salak Pondoh kesukaan mertua. :mrgreen:

Tadinya ingin sekalian mampir ke candi Borobudur, namun karena sudah pernah juga dan yakin bakalan penuh lagi seperti dulu jadi terpaksa diurungkan saja niatnya.

Selesai beli salak langsung kembali lagi ke Taman Sari. Tiba di lokasi hampir pukul 8. Saya dan istri masih keburu menjadi antrian yang pertama di loket tiket. :mrgreen: Jangan lupa siapkan Rp3.000/orang untuk tiket masuk.

Lagi-lagi masalah waktu yang sedikit, kita hanya bisa menikmati sedikit bagian dari Istana Air ini.

Kembali menuju hotel, dan berkemas secepat mungkin meninggalkan Jogja. Sekitar pukul 10 pagi perjalanan kembali ke tanah Pasundan pun dimulai. Menuju arah Bantul sambil mencari tempat makan yang cocok. Tenaga angkringannya sudah mulai habis. :mrgreen:

Hingga akhirnya kembali lagi ke tempat makan saya dulu saat pulang dari jelajah pesisir Gunung Kidul, sate Sumuran cabang Gesikan. Sate kambing dan tongsengnya cukup mantap.

Selesai makan dan sedikit istirahat perjalanan menuju Jawa Barat yang sesungguhnya baru di mulai. Jalanan yang tidak terlalu ramai menemani kita hingga memasuki kota Kutoarjo. Di kota ini istirahat sebentar dan menunaikan solat zuhur.

Tak lama melepas lelah kita mulai berangkat lagi. Memasuki wilayah kabupaten Kebumen kendaraan sudah mulai memadati jalan raya terlebih yang menuju arah Jogja. Perjuangan pulang kali ini harus ditambah dengan melewati beberapa kali kemacetan yang cukup parah. Efek libur akhir tahun yang sangat luar biasa. 😯

Di Kemranjen sempat tergiur mencoba oleh-oleh khas Sokaraja, getuk goreng yang terbuat dari singkong dan dibumbui dengan gula kelapa. Karena barang bawaan yang sudah sangat banyak jadi pesan 1 kg saja, mudah-mudahan saja cukup. :mrgreen:

Masih seperti sebelumnya, sepanjang jalan hampir selalu setia ditemani si macet. Jadinya harus sering berhenti untuk istirahat.

Memasuki daerah Lumbir Banyumas, tak terelakkan lagi hujan datang dengan lebat tanpa aba-aba. Terpaksa berteduh dan istirahat sejenak di teras rumah warga sekitar.

Hujan lebat dan macet? Lebih baik istirahat saja dulu.

Perjalanan menuju rumah makin terasa melelahkan. Sepanjang jalan disertai hujan yang tak kunjung reda. Dengan perjuangan yang cukup berat, alhamdulillah sekitar pukul 10 malam tiba juga di kediaman mertua di Malangbong Garut. Perjalanan 12 jam yang sangat menguras tenaga. Dan akhirnya tidak butuh lama lagi untuk bisa memejamkan mata. 🙂

Sampai jumpa di petualangan selanjutnya. :mrgreen:

Advertisements

13 responses to “Semalam di Yogyakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s