Kraton Yogyakarta

Kali ini berkesempatan lagi jalan bareng teman-teman @sangkuriangID liburan ke Jogja 3-7 April 2013, dan tentu saja semua biayanya ditanggung kantor alias gratis. :mrgreen:

SangkuriangID

Hari pertama tiba di Jogja (04/04) tujuan pertama adalah Kraton Jogja, yang terletak di jalan Rotowijayan 1, Yogyakarta.

Kraton Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama Kraton Yogyakarta, merupakan tempat tinggal raja Jogja dan keluarganya yang juga menjadi pusat dari museum kebudayaan Jawa yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kraton Yogyakarta dibangun oleh Pangeran Mangkubumi atau Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1755, beberapa bulan setelah penandatanganan Perjanjian Giyanti.

Secara fisik istana para Sultan Yogyakarta ini memiliki tujuh kompleks inti yaitu Siti Hinggil Ler (Balairung Utara), Kamandhungan Ler (Kamandhungan Utara), Sri Manganti, Kedhaton, Kamagangan, Kamandhungan Kidul (Kamandhungan Selatan), dan Siti Hinggil Kidul (Balairung Selatan).

Tepas Pariwisata

Kraton ini memiliki 2 loket masuk, di Tepas Keprajuritan (depan Alun-alun Utara) dan di Tepas Pariwisata (Regol Keben). Jika masuk dari Tepas Keprajuritan maka pengunjung hanya bisa memasuki Bangsal Pagelaran dan Siti Hinggil serta melihat koleksi beberapa kereta kraton sedangkan jika masuk dari Tepas Pariwisata maka pengunjung bisa memasuki kompleks Sri Manganti dan Kedhaton di mana terdapat Bangsal Kencono yang menjadi balairung utama kerajaan.

Di bangsal Srimanganti, pengunjung bisa menikmati pertunjukan seni yang berbeda setiap harinya. Walau tidak mengerti dengan isi tembangannya, namun sajian musik Gamelan khas Jawa cukup indah untuk dinikmati.

Selain menyaksikan pertunjukan seni, pengunjung juga bisa melihat koleksi barang-barang Kraton. Koleksi tersebut disimpan di dalam kotak kaca yang tersebar di berbagai ruangan di antaranya terdapat keramik, replika, foto, lukisan, senjata, hingga aneka jenis batik.

Mengunjungi Kraton sepertinya cukup mendapat pengalaman berharga sekaligus mengesankan tentunya.

Jam Buka: 08.30 – 14.00 WIB, kecuali hari Jum’at sampai pukul 13:00 WIB

Tiket masuk:

  • Tepas Kaprajuritan: Rp. 3.000
  • Tepas Pariwisata: Rp. 5.000

Ijin kamera/video: Rp. 1.000

Advertisements

4 responses to “Kraton Yogyakarta

  1. salam kanggo Ngarso Dalem.
    saking abdi dalem Gunung Kidul Handayani…hehe
    maknyussss lah liburan cuci mata n hatinya.

    • sepertinya kebiasaan kita emang begitu mas
      di kota sendiri malah gak ada waktu berkunjung
      rumput tetangga emang tampak lebih hijau :mrgreen:

      tapi sepertinya kapan2 harus dicoba mampir mas 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s