Ullen Sentalu, Museum Seni dan Budaya Jawa

Berkunjung ke museum itu membosankan.

Awalnya pemahaman inilah yang selama ada di benak saya. Namun segera berubah setelah mengunjungi salah satu museum seni dan budaya Jawa yang terletak di wilayah Yogyakarta ini.

Konsep ruangan yang tidak menyatukan seluruh koleksinya dalam satu ruangan cukup membuat bayangan saya tentang museum berubah total.

Hari kedua (05/04/2013) bareng teman-teman @sangkuriangID di Jogja. Pagi-pagi kita diajak menuju Ullen Sentalu di daerah Kaliurang yang berjarak sekitar 25 KM dari kota Yogyakarta.

Nama Ullen Sentalu sendiri merupakan singkatan dari bahasa Jawa: “Ulating blencong sejatine tataraning lumaku” yang artinya adalah “Nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan”. Filsafah ini diambil dari sebuah lampu minyak yang dipergunakan dalam pertunjukkan wayang kulit (blencong) yang merupakan cahaya yang selalu bergerak untuk mengarahkan dan menerangi perjalanan hidup kita.

Tak mungkin orang dapat mencintai negeri dan bangsanya, kalau orang tak mengenal kertas-kertas tentangnya. Kalau dia tak mengenal sejarahnya. Apalagi kalau tak pernah berbuat sesuatu kebajikan untuknya. ~ Pramoedya Ananta Toer

Nasionalisme bisa tumbuh ketika kita mengetahui sejarah juga budaya yang menjadi identitas bangsa. Inilah mengapa museum ini tak boleh dilewatkan begitu saja. Museum ini akan memperkaya pengetahuan tentang nilai seni dan budaya Jawa.

Untuk bisa masuk pengunjung harus membayar admission fee Rp25.000/orang dewasa, sudah termasuk jasa pemandu yang siap memberikan informasi terkait.

Begitu masuk akan langsung disambut dengan hijaunya pepohonan yang sejuk dan asri. Di sini pemandu mulai memperkenalkan diri dan mengumumkan tidak boleh mengambil gambar maupun video dalam lokasi ini. 😦 Ya sudahlah, mari kita hormati peraturan yang dibuat.

Foto sebelum tahu dilarang 🙂

Mulai dibawa menuju ruang-ruang koleksi melewati lorong-lorong sempit dan berliku. Mungkin tanpa adanya pemandu, banyak yang tidak akan berhasil keluar dari tempat ini. :mrgreen:

Satu hal yang paling membekas di ingatan saya ketika pemandu mengajak ke ruang Putri Dambaan. Ruang ini dikatakan sebagai album hidup GRAy Siti Nurul Kusumawardhani, putri tunggal Mangkunegara VII dengan permaisuri GKR Timur. Gusti Nurul juga lah yang memberi inspirasi para pangeran Mataram untuk tidak berpoligami.

Cerita pemandunya sih, karena kecantikan Gusti Nurul bahkan Ir. Soekarno sempat meminang beliau untuk menjadi istrinya. Dan tentu saja ditolak karena beliau tidak suka dipoligami.

Sasana Sekar Bawana adalah ruangan terakhir. Di ruang ini dipamerkan beberapa lukisan raja Mataram, lukisan serta patung dengan tata rias pengantin gaya Surakarta serta Yogyakarta.

Di akhir kunjungan ini semua tamu mendapat suguhan minuman spesial, resepnya merupakan warisan Gusti Kanjeng Ratoe Mas, putri Sultan HB VII yang disunting sebagai permaisuri Raja Surakarta, Sunan Pakubuwono X. Konon, minuman dengan resep rahasia dari 7 bahan alami ini dipercaya bisa memberi kesehatan dan awet muda.

Kunjungan 30 menit yang sangat singkat, karena waktu juga yang sangat terbatas akhirnya selesai. Kunjungan yang sangat berkesan.

Hanya di beberapa area saja yang dihalalkan kamera beraksi, semoga tidak mengurungkan niat Anda berkunjung.

Jam buka :

  • Selasa – Minggu, pukul : 09.00 – 16.00 WIB (Hari Libur Nasional tetap buka)

Tiket :

  • Dewasa : Rp 25.000
  • Anak (1-15 Thn) : Rp 15.000
Advertisements

2 responses to “Ullen Sentalu, Museum Seni dan Budaya Jawa

  1. sy tadinya ke museum hanya untuk mengenalkan anak2 sy mengenai sejarah/ilmu/teknologi… tapi lama2 jadi ikut seneng juga karena semacam one stop learning.. imho, dapet banyak koleksi informasi di satu tempat..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s