Melihat Sejarah di Fort Rotterdam

Hari ini Kota Makassar sangat cerah, teriknya mentari dan hembusan angin laut begitu terasa menerpa wajah. Hari terakhir di Kota ini dan pekerjaan juga sudah selesai, tentu tak bisa dilewatkan berdiam diri di dalam kamar hotel hanya dengan akses wifi gratis saja. Yuk ah sedikit eksplor sekitar hotel.

Siapa sangka benteng peninggalan masa lampau tidak jauh dari tempat menginap. Kurang dari 15 menit naik becak dari kawasan Pantai Losari, sudah tiba tepat di depan Fort Rotterdam.

Fort Rotterdam atau dengan nama asli Benteng Ujung Pandang merupakan benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo yang dibangun oleh Raja Gowa ke-9 pada abad ke-15.

Sebelum masuk tamu wajib lapor dulu, isi buku tamu dan bayar seikhlasnya. Namun sempat terpikirkan seperti apa reaksi petugasnya jika saja saya hanya ikhlas bayar 2 ribu. πŸ˜†

Lapor dulu sama Pak Petugas sebelum masuk.

Lapor dulu sama Pak Petugas sebelum masuk.

Dari gerbang masuk saya mulai menyusuri komplek mulai dari sebelah kanan. Tepat di sudut benteng terdapat bangungan kecil yang menjadi tempat pengasingan Sang Pahlawan Nasional Indonesia, Pangeran Diponegoro hingga akhir hayatnya pada umur 69 tahun.

Di balik terali ini beliau menghabiskan sisa-sisa perjuangannya.

Berjalan menyusuri lorong panjang menghindari teriknya matahari yang saat ini sudah beralih fungsi menjadi museum di dalam bangunannya. La Galigo melekat menjadi nama museum ini yang terletak di Gedung No. 10 di sebelah kanan gerbang masuk dan Gedung No. 2 di sebelah kirinya.

Lorong Gedung 10 Museum La Galigo

Lorong Gedung No. 10 Museum La Galigo

Gedung No.2 Museum La Galigo

Gedung No.2 Museum La Galigo

Di bagian tengah benteng, masih berdiri dengan kokoh bangunan yang pada jaman Belanda berkuasa dijadikan sebagai Gereja Protestan.

Namun sayang sekali, bangunan bersejarah secantik ini masih dikotori orang-orang bebal yang seenak jidatnya mengotori dinding.

Hilangnya jati diri kah?

Waktu jalan-jalan tinggal sebentar lagi sebelum kembali ke Bandung yang hanya ada 1 kali penerbangan per harinya. Redam dulu amarah pada aksi tak bertanggung jawab. Yuk kililing benteng lagi.

Lorong goa menuju bagian timur pertahanan Benteng.

Karena tidak cukup waktu melihat semuanya, cari jalan pintas saja. Mengelilingi bagian pertahanan benteng dari Timur ke Utara hingga Barat.

Benteng Rotterdam Makassar ini mempunyai lima buah Bastion. Salah satunya adalah Bastion Bone di bagian Barat yang menjadi penutup kunjungan hari ini.

Sedang atau akan mengujungi Kota Makassar? Jangan lupa Benteng Rotterdam ini dimasukin dalam list perjalanannya ya guys. πŸ˜€

Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah – Ir. Soekarno, 17 Agustus 1966.

Fort Rotterdam on Google Maps

Advertisements

17 responses to “Melihat Sejarah di Fort Rotterdam

  1. Benteng kura-kura!
    Jadi ingat kastil Batavia, yang semua kegiatan masyarakat dilakukan di sana :).
    Dulu saya cuma sebentar di sana (eh malamnya juga sih). Saat malam benteng ini tampak lebih eksotis! πŸ˜€
    I should make a plan to go there, surely! :hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s